Candi Singosari – Candi Warisan Kerajaan Singosari

candi singosari

Indonesia mempunyai banyak sekali peninggalan sejarah berupa candi. Salah satunya adalah Candi Singosari. Candi ini merupakan candi bercorak Hindu-Buddha peninggalan Kerajaan Singosari yang didirikan oleh Ken Arok. Candi ini sendiri baru diemukan di tahun 1800-1850 di Desa Candirenggo, Singosari.

Saat itu, pemerintah Hindia-Belanda selaku penemu menamai candi tersebut dengan nama Candi Menara. Penamaan tersebut didasari oleh bentuk candinya yang mirip dengan menara. Selain dinamai Candi Menara, candi ini sendiri juga dinamai dengan sejumlah nama. CAndi Cungkup, Candi Renggo, dan Candi Cella adalah beberapa nama lain dari Candi Singosari tersebut.

Dulunya, candi ini sering dijadikan tempat ibadah umat Hindu dan juga Buddha. Namun, seiring waktu berlalu, candi ini pun sudah tak pernah dipakai sebagai tempat ibadah dan lebih difungsikan sebagai tempat wisata semata.

Sejarah Singkat Candi Singosari

Seperti yang disebutkan di paragraf awal, bahwa candi ini merupakan candi peninggalan Kerajaan SIngosari yang didirikan oleh Ken Arok. Meskipun Kerajaan Singosari didirikan oleh Ken Arok, namun candi ini justru didirikan untuk menghormati raja terakhir kerajaan ini, Raja Kartanegara. Hal ini didasari dengan fakta berupa tulisan yang termaktub di dalam Kitab Negarakertagama.

Raja Kartanegara sendiri wafat pada tahun 1292, saat Kerajaan Singosari diserang oleh pasukan Kerajaan Jayakatwang. Beberapa tahun berselang (1880-1885) candi ini pun akhirnya ditemukan oleh pihak Hindia-Belanda.

Saat candi ini ditemukan, bentuk candi ini seperti sebuah candi yang belum selesai dibangun. Menurut sejumlah ahli, candi tersebut diduga merupakan candi yang tak pernah selesai pembangunannya. Pada tahun 1934 hingga 1936, candi ini pun direnovasi oleh pihak pemerintah Hindia-Belanda.

Arsitektur Candi Singosari

Secara arsitektur, bentuk candi ini tergolong unik, di mana bentuk candi ini seolah-olah mirip dengan menara bertingkat dua. Itu sebabnya, mengapa candi ini sempat dinamai dengan Candi Menara. Hiasan di luar candi ini pun juga unik dan berbeda dari yang lain. Pada candi umumnya, hiasan luar candi biasanya dibuat dengan bentuk yang rata. Namun, hal itu tak berlaku pada Candi Singosari yang hiasannya cenderung tidak rata. Ketidakrataan tersebut diakibatkan karena pembangunan candi ini konon tak kunjung selesai dan ditinggalkan begitu saja.

Bagian dalam candi ini juga berbeda dari yang lain. Tak seperti candi Hindu yang mempunyai ruangan dan arca di dalamnya, Candi Singosari justru tidak beruangan sama sekali. Bagian dalam candi ini justru hanya berisi beberapa relung yang tidak dalam dan ditempatkan searah dengan arah mata angin. Adapun arca candi ini sendiri diletakkan di bagian luar candi dan bentuknya cenderung mirip dengan bangunan candi. Puncak candi ini juga bentuknya sedikit beda, di mana puncak candi ini dibuat seolah-olah tidak rata bentuknya.

Semua keunikan pada candi ini tak hanya disebabkan oleh tak selesainya pembangunan candi ini. Kreativitas pembuat Candi Singosari pun juga turut mempengaruhi candi yang diperuntukkan untuk Raja Kartanegara ini.

Related posts

Leave a Comment